4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Kalimat-kalimat di atas sudah tentu tidak asing lagi bagi kita sebagai bangsa Indonesia
Yup! PANCASILA
Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa Indonesia, maka pacasila dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila merupakan rangkaian satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karena kelima silanya saling berkaitan satu sama lain. Selain itu juga, kedudukan masing masing sila tidak dapat ditukar tempatnya ataupun dipindahkan, karena susunan sila tersebut bersifat sistematis-hierarkis yang berarti bahwa kelima sila dalam Pancasila itu menunjukkan suatu rangkaian urutan-urutan yang bertingkat-tingkat yang tiap sila memiliki tempatnya sendiri dalam rangkaian susunan kesatuan itu sehingga tidak dapat dipindahkan (Ronto:2012).
Selain itu, pancasila memiliki beberapa sebutan yang berbeda, antara lain :
1. Pancasila sebagai jiwa bangsa.
2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia.
3. Pancasila sebagai sumber dari segala hukum dari NKRI.
4. Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia.
5. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.
6. Pancasila sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia.
7. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.
8. Pancasila sebagai Way of Life.
9. Pancasila sebagai sumber hukum dasar bagi kenegaraan Indonesia. (Suparman : 2012)
Kedudukan pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung pengertian yang luas, tidak hanya terpaku pada kehidupan politik. Menerapkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari juga merupakan salah satu kedudukan pancasila bagi bangsa Indonesia yaitu sebagai pandangan hidup bangsa, yang mengandung pengertian bahwa nilai-nilainya merupakan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku. Apabila nilai-nilai pancasila tidak kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka pancasila hanya menjadi slogan atau semboyan yang tidak memiliki arti apapun dan bangsa Indonesia akan mudah dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sehingga terjadi perpecahan. Tentunya kita tidak mengharapkan hal itu terjadi. Sebelum menerapkan nilai-nilainya, maka sangatlah diperlukan untuk kita mengetahui makna dari tiap sila dalam pancasila itu sendiri.
Yang pertama, KETUHANAN YANG MAHA ESA
Sila pertama ini menegaskan bahwa bukan hanya bangsa Indonesia yang ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia harus ber-Tuhan atau biasa disebut beragama. Selain itu, bangsa Indonesia mengamalkan dan menjalankan agamanya dengan saling menghormati satu sama lain.
Dapat kita ambil contoh perilaku dalam kehidupan sehari-hari, seperti saya sebagai seorang muslimah tentunya wajib menjalankan syariat-syariat Islam yang telah tertulis dalam Al-Quran maupun As-sunnah (hadits) yang tentunya tetap memperhatikan lingkungan sekitar sehingga tidak mengganggu warga yang lainnya.
Kemudian, saling menghargai dan menghormati antar umat beragama seperti tidak memaksakan seseorang untuk menganut agama yang kita anut atau sebaliknya, juga sikap toleransi seperti membiarkan mereka menjalankan ritual ibadah sesuai dengan keyakinan mereka.Karena sesuai dengan UUD 1945, setiap orang berhak untuk memilih dan memeluk agama sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Sebagai seorang muslim, selain UUD 1945, juga telah dijelaskan dalam Al-Qur'an bahwa tidak ada paksaan untuk masuk Islam.
"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)..."
(QS Al-Baqarah : 256)
Selain mengamalkan nilai pancasila, seorang muslim juga telah mengamalkan salah satu ayat yang tertulis dalam kitab suci Al-Qur'an dimana ayat tersebut merupakan firman Allah Ta'ala.
Jadi, pada sila pertama ini sangat mengutamakan aspek ketuhanan dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu, sesorang yang tidak menganut agama termasuk dalam penyimpangan Pancasila. Karena hal tersebut, ideologi seperti komunis tidak mungkin dapat diterapkan di Indonesia dan tentunya hal itu sangat tidak kita harapkan.
Yang kedua, KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB
Kita sebagai manusia, makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dengan memiliki akal dan pikiran tentunya berbeda dari makhluk lainnya. Tentunya sikap dan perbuatan manusia didasarkan atas potensi akal budi dan hati nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kesusilaan umum.
Sikap adil di sini berarti, mengambil keputusan dengan tidak subjektif melainkan objektif sehingga tidak sewenang-wenang. Sedangkan beradab berarti memiliki adab, bahasa yang baik dan berperilaku sopan. Indonesia memiliki penduduk yang bermacam-macam latar belakangnya, seperti suku, ras, agama, dan lainnya. Sehingga tidak dapat kita hindari bahwa bisa saja kita bertemu dengan orang lain yang berbeda latar belakangnya dengan kita. Maka, bersikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain merupakan suatu keharusan bagi bangsa Indonesia agar terciptanya keharmonisan antar warga negara. Selain itu, kesopanan, kehalusan, juga budi pekerti yang baik senantiasa dijaga dalam hubungan antar warga negara. Salah satu contohnya saja, tidak melakukan diskriminasi kepada siapapun. Diskriminasi dalam bentuk apapun sangat tidak diharapkan, entah membedakan dalam segi tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, suku, ras, atau apapun itu. Salah satu cara untuk menjaga keharmonisan dan menimbulkan sikap saling menghormati dan menghargai adalah gotong royong. Dengan kebersamaan dan tujuan yang sama saat gotong royong, sikap tersebut dapat timbul.
Yang ketiga, PERSATUAN INDONESIA
Sila persatuan Indonesia dalam pancasila, pada prinsipnya menegaskan bahwa kita memiliki negara kebangsaan. Kita adalah bangsa yang memiliki kehendak untuk bersatu, memiliki persatuan peringai karena persatuan nasib, bangsa yang terikat pada tanah airnya (Deni : 2018). Persatuan bangsa merupakan prioritas utama dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air, karena hal tersebut merupakan pondasi atau kekuatan dasar dalam mempertahankan keamanan dan pertahanan Indonesia dari ancaman dalam negeri maupun luar negeri. Maka, persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat harus senantiasa dijaga. Seperti yang telah kita ketahui, Indonesia memiliki beragam suku; budaya; ras; agama dan lain-lain. Hal tersebut jangan sampai dijadikan alasan terpecah belahnya bangsa Indonesia. Berdasarkan sila persatuan Indonesia, seluruh wilayah di Indonesia berada di bawah bendera merah putih. Contoh dalam kehidupan sehari-hari dapat kita terapkan seperti sadar bahwa kita bertanah air satu, sehingga menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat menjadi penting. Kegiatan gotong royong dapat menumbuhkan sikap ini, karena warga Indonesia yang memiliki banyak perbedaan, bersatu untuk mencapai satu tujuan. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri untuk membantu memajukan perekonomian negara juga dapat kita lakukan terkait sila ketiga ini.
Yang keempat, KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN
Ciri khas Indonesia merupakan demokrasi, karena demokrasi Indonesia-lah yang memerdekakan Indonesia. Kerakyatan atau daulat rakyat berasal dari semangat emansipasi1 dan egalitarianisme2 dari segala bentuk penindasan. Permusyawaratan atau kekeluargaan merupakan suatu ciri khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atauu memutuskan suatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga tercapai kebulatan pendapat atau mufakat. Perwakilan adalah suatu sistem dalam arti tata cara mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara. Hikmat dan kebijaksanaan merefleksi orientasi etis.Sila keempat menegaskan bahwa kita akan terus memelihara dan mengembangkan semangat bermusyawarah untuk mencpai mufakat dalam perwakilan. Kemudian, memelihara serta mengembangkan kehidupan demokrasi, kearifan, dan kebijaksanaan dalam bermusyawarah.
Tanpa kita sadari, telah banyak aktivitas yang kita lakukan menerapkan sila keempat ini. Seperti memilih ketua kelas dengan mendahulukan bermusyawarah. Selain itu, dalam berorganisasi ataupun di lingkungan keluarga keputusan diambil dengan bermusyawarah terlebih dahulu yang kemudian mendapatkan kesepakatan dari berbagai pihak. Namun, musyawarah juga perlu memperhatikan kepentingan umum sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Tidak sampai di situ saja, hasil musyawarah atau keputusan harus dihormati walaupun hasil tersebut bukan merupakan pendapat kita pribadi.
1istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.
2 doktrin atau pandangan yang menyatakan bahwa manusia itu ditakdirkan sama derajat
Yang kelima, KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Keadilan merupakan salah satu tujuan negara Indonesia selaku negara hukum. Dengan ditegakkannya keadilan, maka akan membuat kehidupan masyarakat Indonesia baik sebagai pribadi atau anggota masyarakat merasa aman, tenteram, dan sejahtera. Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan baik material maupun spiritual bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila kelima ini terkandung cita-cita negara Indonesia bahwa tidak akan ada kemiskinan dalam Indonesia merdeka. Selain itu, bangsa Indonesia harus memiliki keadilan politik dan ekonomi, kehidupan yang adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia (Deni: 2018). Sila kelima ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menyadari adanya persamaan hak dan kewajiban demi mewujudkan keadilan sosial di masyarakat. Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia dan manusia harus memiliki sikap adil antar sesama. Seperti contohnya, bersikap adil terhadap semua orang atau teman dengan tidak membedakan suku; ras; agama dan lainnya (tidak mendiskriminasi) dalam aktivitas dan hal apapun dengan menyadari bahwa kita sebagai masyarakat Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan itu, kita dapat belajar saling menghormati antar sesama manusia maupun bangsa Indonesia yang kemudian akan meningkatkan jiwa sosial kita terhadap sesama. Untuk meningkatkan jiwa sosial juga dapat dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial, seperti pengabdian masyarakat, donor darah dan lainnya. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia bermakna bahwa selurut rakyat Indonesia berhak untuk mendapatkan perlakuan yang adil dalam biadng apapun, hukum, politik, ekonomi, kebudayaan, maupun kebutuhan jasmani dan rohani sehingga dapat tercipta masyarakat yang adil dan makmur dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka kesimpulannya adalah, pancasila merupakan dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mengandung cita-cita serta tujuan bangsa Indonesia. Dengan itu, kehidupan berbangsa dan bernegara senantiasa mengacu kepada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Kita sebagai bangsa Indonesia tentu harus menerapkan nilai-nilai pancasila dalam bermasyarakat agar tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia tercapai sehingga tercipta masyarakat yang makmur dan sejahtera.
"Pancasila bukan hanya untuk identitas belaka, bukan hanya dihafal, apalagi hanya untuk dibaca saat upacara. Tetapi, makna yang terkandung di dalamnya harus kita resapi, pahami, implementasi dalam kehidupan sehari-hari, karena kita bangsa Indonesia. Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?"
Referensi : Ronto. 2012. Pancasila Sebagai Ideologi Dan Dasar Negara: PT Balai Pustaka Suparman. 2012. Pancasila. Demak: PT Balai Pustaka Guru ppkn. (2017, 26 Oktober). 26 Contoh Penerapan Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari. Diakses pada 7 Mei 2018 dari https://guruppkn.com/contoh-penerapan-pancasila-dalam-kehidupan-sehari-hari Pecinta IPA. (2016, Oktober). Makna Sila Ke-5 (Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia). Diakses pada 16 Mei 2018 dari http://www.pecintaipa.info/2016/10/makna-sila-ke-5-keadilan-sosial-bagi.html
0 comments